Jumat, 06 Juni 2008

Ku Ingin Menata Hati di Jalan Illahi....

Barangkali semua berangkat dari kesalahanku, aku terlalu percaya dengan laki2. hingga kurun waktu sekian tahun aku jatuh cinta kepada seorang lelaki, dia biasa memanggil aku sayang begitu juga sebaliknya... Dia bernama M MA'RUF HIDAYAH, dia seorang lajang
saat awal jatuh cinta padanya, oohhh....perasaanku benar-benar melambung.rasanya lebih indah dari kenangan cinta pertama dulu.Namun perjalanan cinta itu ternoda, dia membohongi aku, diam2 dia menjalin hubungan dengan gadis lain. tapi......cintaku kepadanya telah mengalahkan segala2nya. Bukti2 kebohongannya yg terlanjur terukir di dinding ingatan ku. Ku runtuhkan sendiri oleh rasa cintaku padanya.
MA'RUF HIDAYAH adalah cowok yang luar biasa, dia pandai memanipulasi kata, sehingga aku luruh oleh beribu macam alasanmanakala aku kecewa karna sikap nya, luka hati kekecewaan di dada, perasaan yg senantiasa teraduk2 dan dada yg selalu diliputi kecemasan seolah terus dia torehkan dijiwa ragaku. Namun......nuraniku yg ikhlas selalu terbuka untuk memaafkannya , sehingga dia seolah datang dan pergi kepadaku seenaknya. Dan aku selalu menerimanya dg segenap rasa, rasa kasih, rasa cinta, dan rasa memilikinya
Kesabaranku adalah kebodohanku, cintaku untuknya adalah kebodohanku pula. padahal aku sudah melakukan segala cara untuk mengetahui kesetiaan dan kejujurannya. Hasilnya memang menyakitkan dia tak hanya berselingkuh dengan gadis itu tapi juga sudah menikah dibawah tangan atau nikah siri....
Tapi Ya Allah....aku tak mampu menjauhinya pernah kupaksakan diri untuk memutuskan hubungan dengannya, tapi....aku tak bisa, aku luluh lagi dan aku pasrah lagi setelah aku menghabiskan waktu bersama, begitulah sering yg terjadi perasaanku tak henti terombang ambing olehnya...
Aku kehilangan jejak kekasihku karna telpon selulernya ga pernah aktif dan aku mulai merajut hari2ku tanpa siapapun, Ku pendam rahasia hati penuh air mata, sesungguhnya kondisi kejiwaanku sangat tidak labil kala itu, tapi MA'RUF yg ku harap mampu melipur laraku, menghilang begitu saja
Maka aku belajar melupakannya menyimpan semua kenangan, menyimpan semua duka lara dan mengubur semua harapan aku sadar bahwa sesungguhnya MA'RUF ga pernah mencintaiku. selama ini aku hanya dijadikan pemuas nafsunya, Dan perlahan2 ku bangun perasaanku, ku mulai menata diri, menata hati dan menata perasaan. Aku harus seperti dulu
Dan aku masih ingat waktu kami bertemu kembali dia memberiku boneka dan bunga. Yg dibungkus dg kertas merah dan pita emas. Dia tau aku suka bunga. Sejak itu berhubungan lagi, bercumbu lagi, dan dia juga kembali melukai perasaanku, menorehkan luka di hati, lalu merayuku lagi dan aku jatuh lagi ke pelukannya. Terus dan terus begitu.
Aku sadar bahwa aku terlampau bodoh sehingga aku tak pernah mampu menolaknya. Sebagai perempuan yg mencintainya dg tulus, naluriku tak pernah keliri atas dirinya, tapi aku ga mau berbantah dengannya aku selalu memilih diam dan mengalah. Dan aku tetap mencoba bertahan pada kesabaran yg ada. Aku bertahan sambil terus menapaki sebagian (kecil) waktu bersamanya
Dan kami terus merajut hubungan asmara lagi2 hati kecil ku berbisik sedih " ADA WANITA LAIN". Lalu aku mau apa? Toh akhirnya hubungan merenggang dengan sendirinya tapi kemudian kami menjadi dekat lagi. Dan akhir2 ini ia sudah jarang menemuiku bahkan hampir tidak pernah. Bahakan mengontakku melalui telpon pun tidak! Dan kini dia sudah benar2 menjauhiku dan mencampakkan ku begitu saja. Barangkali dia sudah benar2 bosan padaku.
Tepat 2 bulan ini aku kehilangan orang yg paling ku cintai, dan inilah ujianku.
Aku sadar bahwa aku telah bergelimang dosa. Di bulan ini aku putuskan untuk mengawali segalanya yg baik dan menjauhi semua larangan Nya. Aku akhiri perjalanan yg penuh dosa. Aku ingin bertobat, menata hati di jalan yg di Ridhoi Allah

1 komentar:

ROe Salampessy mengatakan...

kisah yang luar biasa.